
SOE HOK GIE, yang kerap kali kita tau dengan sapaan " GIE " seorang mahasiswa Sastra Universitas Indonesia yang terkenal akan pemikiran kritisnya dan menjadi sejarah besar bangsa Indonesia memiliki seorang pemuda seperti SOE. seorang aktivis harus menonton dan hafal betul cerita SOE HOK GIE untuk membentuk kepribadian mental yang baik menjadi aktivis sesungguhnya pastinya. Andai saja SOE masih hidup di era abad 20an sampai detik ini mungkin di SOE akan menjadi seorang tokoh kawakan sebagai pengamat politik atau mungkin sebagai guru besar filsafat atau sastrawan terkenal di negeri ini. Ya apapun itu jelasnya jejak SOE HOK GIE selalu menjadi panutan sepanjang masa pada mahasiswa apalagi mahasiswa yang berprofesi menjadi aktivis. Sosok GIE sebagai mahasiswa yang berfikir kritis itu patut di diberi kan penghargaan karena tidak semua aktivis itu rela berkorban dengan cuma-cuma bahkan sampai detik ini pun tidak semua aktivis kampus yang berfikir bersih ataupun berjalan lurus, semua pasti memiliki keinginan terpendam sepertiingan kepopuleritasan, ketenaran, achivment, kemudahan birokrasi atau apalah menguntungkan bagi diri mereka dalam hal ID (negatif) secara tidak langsung tanpa disadari oleh dirinya sendiri. yang jelas seorang aktivis itu gak ada gaji seperti karyawan pegawai negeri atau pengusaha yang abis kerja dapet bayaran. hanya kepuasan tersendiri sama halnya kaya hobi nulis di blog abis itu k publish dibaca banyak orang pasti puas banget. makanya kerap kali jangan heran kalo seorang aktivis bisa ada di perpolitikan partai karena di partai ada timbal balik yang real gak semu dan menunjang dalam kehidupan tentunya makmur. eits jangan tersinggung ya kawan-kawan aktivis kampus. saya menulis ini bukan untuk men-judge tapi berpendapat dan menuangkan apa yang telah terjadi dan menuangkan hasil disini. kembali lagi tentang ke-pemikiran SOE HOK GIE. dalam motto GIE terpampang "Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan". Dan itu motto yang harus dipegang teguh oleh siapapun menurut saya. apalagi khususnya para aktivis kampus kalian harusnya bisa menjadi sesorang yang berpendirian teguh bukan karena kebudayaan kampus dan berbudaya dalam diri anda. ingat temen - temen kalian aktivis itu pemuda masa depan, ya apapun kita itu pasti terbentuk dalam proses pendewasaan diri. seorang aktivis kampus gak pernah pandang buluh ras, status sosial, agama, gender. aktivis kampus itu harus bisa netral dan membela kebenaran untuk kebaikan kedepannya. bukan membela suatu kebenaran untuk suatu golongan dengan andil berdiri diatas semua golongan yang padahal udah ketauan jelas maksud dan tujuan kalian itu membela golongan kalian sendiri karena kegoisan yang sudah terpupuk dalam budaya ketika masuk suatu komunitas yang katanya pembela kebenaran, padahal jelasnya bulshit alias munafik. semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi para pembaca dan semoga kawan- kawan aktivis yang membacanya bisa paham dan terbukaa fikirannya supaya kita benar membela kebenaran dengan ikhlas tanpa pengharapan imbalan dan melakukan sesuatu gak gegabah dengan demostran. karena sesuatu yang frontal itu juga gak baik. inget kebersamaan itu indah ketika kita bisa hidup tentram kalau kita saling menghargai sesama dan selalu jujur melawan kemunafikan yang mengakibatkan kebodohan. Ingat jadi aktivis itu pengabdian dan seleksi alam tuk menjadi aktivis sesungguhnya. aktivis sesungguhnya itu adalah aktivis yang bisa berfikir rasional dengan tidak mencampur adukan kepentingan diri sendiri dan kebajikan sebenarnya alias gak haus jabatan tuk jadi aktivis. aka tetapi aktivis sejati berani bilang ITU BENAR & ITU SALAH bedasrkan kebenaran dan kejujuran hati nurani bukan bedasarkan tuntutan ataupun rantai makanan turunan. stop menjadi aktivis yang haus akan jabatan, kepupuleritasan, pamor etc. aktivis itu berat pilihannya single fighter menjadi sesorang kesatria dengan kejujuran membela kebenaran mengabdi yang bisa menghabiskan biaya tak terhingga bahkan bisa melalaikan kuliahnya telat lulus kuliah ataupun bisa berakibat fatal DROP OUT, jarang juga sih yang DO biasanya keasikan bergaul sesama aktivis makanya DO bukan karena perjuangan dia di DO. perbandingan skalanya 1:10000000000 dan tak jarang juga aktivis bertaruh nyawa demi pengabdiannya. sama seperti yang melakukan ini. mungkin dengan tulisan saya ini saya bisa di kritik banyak orang atau apalah. saya siap menerimanya. salam aktivis untuk para aktivis kampus se-Indonesia, mengabdilah tuk kemajuan bangsa indonesia bukan mengabdi tuk sekedar turun temurun atau terbawa arus budaya lingkungan. dan hargailah aktivis. aktivis bukan tuhan aktivis juga bukan malaikat mereka manusia yang tak luput dari kesalahan seperti manusia dan perjuangan menjadi aktivis bukan semudah yang orang ngerokok bareng kumpul - kumpul foya- foya ngabisin uang orangtua tapi PENGABDIAN dan KEIKHLASAN sesungguhnya. salam!
artikel ini di buat untuk mengenang perjuangan SOE HOK GIE sebagai tokoh aktivis <iframe src='http://www.4shared.com/web/embed/audio/file/C1uIoCi3ba?type=NORMAL&widgetWidth=530&showArtwork=true&playlistHeight=0&widgetRid=23041720320' style='overflow:hidden;height:152px;width:530px;border: 0;margin:0;'></iframe>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar